Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Kita tidak membahas tentang Sang Pencipta ataupun matematika di sini. Tapi saya hanya ingin memuji film-film yang belakangan mengangkat kisah-kisah dari India yang banyak memberikan pengalaman  tentang kehidupan meskipun belum memberikannya secara menyeluruh. Di mulai dari film 3 Idiots, Life of Pi, PK, The Hundred foot Journey hingga terakhir yang saya tonton sebuah kisah nyata yang menceritakan matematikawan India yang bernama Srinivasa Ramanujan yang dibawa dalam film The Man Who Know Infinity.

Apa yang membuat film-film yang saya sebutkan judulnya tadi sangat berkesan? Sangat banyak. Masing-masing film memiliki karakteristik sendiri dalam penyampaian pesan kepada penonton. Banyak mungkin di antara kita lebih tertarik dengan film-film Hollywood yang penuh dengan action, teknologi, ledakan, dan permainan berpikir cepat dalam setiap alur ceritanya  sehingga menjadikan film yang bertemakan india tidak termasuk dalam daftar tontonan. Padahal bagi saya, film-film india saat ini cukup memiliki nilai positif bagi para penonton, sangat emosional, dan hal-hal lain yang terkadang hampir mengarah pada pendalaman spiritual.




INSPIRASI besar memang bisa datang dari mana saja, termasuk dari film animasi untuk anak-anak. Anda mungkin tak pernah mengira, sebuah film anime Jepang ternyata bisa mengilhami penemuan penting yang merevolusi anggapan tak terpatahkan di jagat transmisi telekomunikasi nirkabel.

Tapi cerita itulah yang terjadi pada diri Khoirul Anwar, dosen sekaligus peneliti asal Indonesia yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang.

Saat terdesak


Sekitar 30 tahun lalu, tak ada yang menyangka Mike Lazaridis akan menjadi salah satu orang kaya dan berpengaruh di dunia. Ketika itu, dia memutuskan berhenti dari bangku kuliah. Namun, berbilang tahun, lewat produk telepon pintar atau smartphone ciptaannya, BlackBerry, kini dia mampu mengantarkan perusahaannya, Research In Motion (RIM), sebagai salah satu raksasa

Seorang ahli matematika Rusia menolak hadiah 1 juta dolar AS (sekitar Rp 9 miliar) karena menganggap bukan dirinya yang pantas menerima uang itu.Dr Grigory Perelman (44), yang disebut-sebut manusia tercerdas sedunia, tinggal di flat sederhana di St Petersburg.


Ia dianugerahi