Beberapa Bulan lalu, saya yang memang sudah lama tertarik dengan berita-berita fantastis dari NASA (National Aeronautics and Space Administration) tentang program mereka mengenai deep space exploration, mencoba mencari-cari aplikasi NASA itu sendiri pada App Store untuk mendapatkan informasi terbaru. Namun tanpa sengaja saya menemukan aplikasi dengan nama NASA 3DV. 

Didalam aplikasi tersebut tersedia 3 menu utama:
Apabila seseorang menanyakan kepada kita, tentang apa alasan kita mempercayai sesuatu maka apa jawaban yang akan kita berikan?
"Ow, itu memang sudah terjadi sejak saya kecil. Jadi sudah menjadi tradisi dalam keluarga saya."
Atau
"Saya mengalami nya sendiri, jadi saya yakin akan hal itu."
atau mungkin, kita dapat menjelaskan asal-usul kepercayaan itu secara rinci berdasarkan kumpulan data, cerita, dan fakta yang kita temukan.
Kali ini saya mencoba menyajikan sesuatu yang baru yaitu bermain-main dengan produk Apple. Berbeda dengan Android, tidak banyak yang dapat di 'bongkar' dari software produk yang dapat disebut 'WAH' ini. Topik yang ingin saya sajikan kali ini adalah membedah cara berbagi internet yang kita kenal di alam android dengan sebutan 'tethering hotspot'.
Berterima kasihlah kepada Alfan L. Armansyah,orang indonesia yang telah mengembangkan aplikasi web server untuk android sehingga semakin memperkecil GAP antara personal computer dengan smartphone. Tentunya dibalik keberhasilan ini pasti masih tetap ada kekurangan. Kali ini saya akan membahas mengenai instalasi dan melakukan tes run aplikasi. Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah:


smartphone Android (dalam kasus ini saya menggunakan Lenovo S880), tentunya telah didukung fitur tethering. Jika pun tidak memiliki fitur ini, anda dapat juga memanfaatkan fasilitas hotspot intranet (Wi-Fi) di lingkungan anda;

PC ataupun laptop, untuk ujicoba keberhasilan web server kita pada android;

Perangkat lain nya yang memiliki web browser.

Ngantor itu kalau ga dengerin musik, bakalan terasa jenuh. Apalagi komputer kantor ga di lengkapi dengan speaker. Untungnya masih ada Handphone yang isi nya cukup banyak musik-musik yang bisa didengarkan via headset. Tapi, kalau waktu jam istirahat mau lihat Youtube gimana cara nya ya dengerin suaranya? Cuman lihat gambar saja kan ga seru. Masih bisa lihat dari
Saat ini siaran Televisi di Indonesia menggunakan penyiaran Analog.
"International Telecommunication Union (ITU) telah menetapkan tanggal 17 Juni 2015 merupakan batas waktu untuk migrasi penyiaran analog ke digital. Ketika dunia bersama-sama beralih ke digital,  maka teknologi analog akan menjadi usang dan mahal pengoperasiannya. Penggunaan frekuensi penyiaran analog pun tidak akan mendapatkan proteksi internasional. Digitalisasi berdampak pada efisiensi pita frekuensi radio sebagai sumber daya terbatas. "
Kutipan yang saya peroleh dari situs KOMINFO tersebut menegaskan bahwa era TV digital akan benar-benar di terapkan di Indonesia. Lantas benarkah kita harus mengganti Televisi kita pada tahun 2018?