Ngantor itu kalau ga dengerin musik, bakalan terasa jenuh. Apalagi komputer kantor ga di lengkapi dengan speaker. Untungnya masih ada Handphone yang isi nya cukup banyak musik-musik yang bisa didengarkan via headset. Tapi, kalau waktu jam istirahat mau lihat Youtube gimana cara nya ya dengerin suaranya? Cuman lihat gambar saja kan ga seru. Masih bisa lihat dari
Saat ini siaran Televisi di Indonesia menggunakan penyiaran Analog.
"International Telecommunication Union (ITU) telah menetapkan tanggal 17 Juni 2015 merupakan batas waktu untuk migrasi penyiaran analog ke digital. Ketika dunia bersama-sama beralih ke digital,  maka teknologi analog akan menjadi usang dan mahal pengoperasiannya. Penggunaan frekuensi penyiaran analog pun tidak akan mendapatkan proteksi internasional. Digitalisasi berdampak pada efisiensi pita frekuensi radio sebagai sumber daya terbatas. "
Kutipan yang saya peroleh dari situs KOMINFO tersebut menegaskan bahwa era TV digital akan benar-benar di terapkan di Indonesia. Lantas benarkah kita harus mengganti Televisi kita pada tahun 2018? 
Iseng-iseng mencari bahasa pemrogram yang terbaik sepanjang tahun 2013, akhirnya saya memilih 2 site ini sebagai referensi konten blog ini. Adalah tiobe, sebuah website komunitas programming yang melakukan rating berdasarkan skill programmer. Sedangkan jobstractor membagi bahasa pemrograman berdasarkan kategori lowongan pekerjaan yang paling banyak di cari selama 1 bulan penuh.

Dari 2 sumber ini, saya memutuskan bahasa pemrograman terbaik yang saya simpulkan sendiri:
Ok, sesuai dengan judul, saya akan membagikan video tutorial yang telah saya buat mengenai bagaimana membangun stasiun pemancar gelombang radio sendiri dengan memanfaatkan SmartPhone Android. Dalam video ini akan ditunjukkan tentang bagaimana
Baiklah, target akhir dari pembuatan aplikasi sederhana Android kita Seperti screenshot disamping ini.

Kita belum akan bermain-main di java code nya, tetapi kita hanya menggunakan xml terlebih dahulu. Jadi, Have fun aja ya.

Untuk editor sendiri saya menggunakan
Percaya atau tidak, isi kepala seorang programmer hanya sebongkah otak, sama seperti manusia pada umumnya. Dibagi atas Cerebrum, Cerebellum, Brainstem, dan Limbic System. Bagian-bagian otak ini sudah diakui secara internasional (Baca: di googling).

Ada yang memang memiliki bakat sejak lahir. Lihatlah gambar berikut:

Ha.. Ha... Ha... Lucu ya? Liat tuh jidat nya lebar uda kayak lapangan bola (Just a joke). Gambar bayi di atas hanya selingan saja.

Baiklah, Latihan dasar Sebelum menjadi seorang programmer adalah